Nitip ikannya ya...(beri makan klik pada kolam)

Jumat, 20 November 2009

Racun dalam Mainan


Sebagai orangtua, Anda pastinya ingin untuk selalu bisa memberikan yang terbaik untuk anak Anda. Mulai dari kebutuhan utama si kecil hingga mainan tentunya. Anak-anak sangat menyukai mainan, tapi Anda juga harus berhati-hati dengan "sahabat" si kecil ini.

Menurut sebuah grup advokasi di California Amerika Serikat, Anda sebaiknya lebih mewaspadai produk-produk mainan anak berlogo Barbie dan Disney karena tingkat kandungan timah hitamnya yang cukup tinggi. Lanjut cek tkp...

Sumber : www.melindahospital.com 

Selengkapnya....

Selasa, 17 November 2009

Tayangan mendidik...Pororo "The Little Penguin"




"Selamat bersenang-senang...." ucap Pororo dkk. 

Salah satu tayangan TV anak2 yang mendidik nih. Buat bermain, sosialisasi berteman, riang, lucu, musiknya semangat, empati ke teman ada, cara bicara juga nggak kasar. Keren pokoknya. Putriku AZMI senang nonton Pororo, tiap pagi Senin-Sabtu di AN-TV pukul 07.00 wib. Setelah browsing2 di internet nyari artikel Pororo, ternyata Pororo ini sedang in di Korea hingga Asia. Animasinya bagus, yang terpenting tema filmnya mendidik buat anak, lucu dan periang. 

Keren...gimana menurut teman-teman? sudah pernah nonton Pororo...cek TKP...

Selengkapnya....

Pentingnya Menjaga Kebersihan Mulut



Sebuah penelitian mengungkapkan kebersihan mulut ternyata sangat mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Para ahli mengungkapkan dengan perawatan mulut yang baik, di mana secara teratur menyikat gigi, rajin membersihkan gigi serta rutin memeriksakan ke dokter gigi, dapat membantu orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan berpikirnya.

Penelitian ini melibatkan 2.300 laki-laki dan perempuan yang diuji untuk menyelesaikan berbagai tes yang berhubungan dengan pola pikirnya. Hasilnya, sekitar 5,7 persen orang dewasa memiliki kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang berhubungan dengan memori. Dan sebanyak 6,5 persen gagal dalam melakukan tes pengurangan.

Cek tkp.....

Sumber : http://www.melindahospital.com

Selengkapnya....

Kedepankan Keimanan Sikapi Film 2012



BANDUNG -- Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali Da'i, MA, mengatakan, umat Islam wajib tidak mempercayai isi film 2012 yang bercerita tentang bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Jika umat Islam mempercayai isi film tersebut akan mengancam keimanan dan ketaqwaan. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk tetap mengedepankan keimanan jika menonton film tersebut. ‘’Untuk sebuah peringatan dan hiburan saja,’’kata dia kepada Republika, Senin (16/11).

Menurut Athian, sebelum film tersebut diputar di bioskop-bioskop, banyak umat Islam yang meminta penjelasan soal film tersebut dari sisi agama Islam. Pertanyaan tersebut, kata dia, datang dari berbagai kalangan baik per orangan maupun dalam kegiatan pengajian. Bahkan, imbuh dia, banyak kalangan mahasiswa yang meminta penjelasan mengenai film. Atas pertanyaan tersebut, kata dia, umat Islam harus tetap berpegang pada ajaran Allah SWT. Dalam Alquran, lanjut dia, disebutkan bahwa tak ada seorang pun, baik itu manusia maupun rasul yang bisa mengetahui kapan kiamat akan datang. ‘’Jangankan soal kiamat, soal besok akan terjadi apapun manusia tidak ada yang mengetahui,’’ujar dia.


Masalah kiamat, sambung Athian, juga pernah dipertanyakan oleh manusia saat zaman Rosul. Ketika itu, umat Rosul bertanya tentang kapan kiamat akan tiba. Menjawab tentang hal itu, Rasul menyatakan bahwa tak ada seorang pun yang bisa memprediksinya. Masalah kapan kiamat akan datang hanya Allah SWT yang mengetahuinya. ‘’Tak ada yang mengetahui kapan kiamat akan datang, baik itu para nabi, malaikat, manusia maupun jin. Kapan hari kiamat hanya Allah SWT yang mengetahuinya,’’tutur dia.

Dalam Alquran, sambung Athian, hanya disebutkan tanda-tanda akan datangnya hari kiamat. Diantara tanda-tanda tersebut, imbuh dia, yaitu tidak adanya lagi rasa malu manusia. Manusia, imbuh dia, tidak memiliki rasa malu untuk melakukan apa saja yang dilarang oleh agma. Tanda-tanda lainnya, yaitu laki-laki berperilaku seperti perempuan dan sebaliknya, dan matahari terbit dari barat yang berarti budaya barat sudah begitu kuat di kalangan umat islam. ‘’Dan tanda-tanda yang paling kuat yaitu sudah berkurangnya orang yang beriman di muka bumi. Itu tanda-tanda, dan soal waktunya tak ada yang tahu,’’kata dia.

Kiamat seperti yang diceritakan dalam Alquran, imbuh Athian, kondisinya jauh berbeda dengan yang digambarkan dalam film 2012. Dalam Alquran, saat kiamat tiba seluruh isi bumi akan keluar dan langit akan runtuh. Tak hanya itu, seluruh mahluk penghuni bumi akan musnah dan tak tersisa. ‘’Tak hanya manusia, hewan, binatang, dan jin pun akan musnah untuk kemudian dihidupkan kembali oleh Allah SWT. ‘’Gambaran yang disampaikan dalam film 2012 tak ada apa-apanya dibanding kiamat milik Allah,’’imbuh dia.

Sementara itu, dari hasil pantauan Republika di sejumlah bioskop mengungkapkan, minat masyarakat menonton film tersebut ternyata cukup tinggi. Mereka tak hanya kalangan umat Islam saja, umat lain pun terlihat antre untuk menyaksikan film tersebut. Salah seorang penonton, Cecep Alisahbana, mengatakan, ia tertarik menonton film tersebut hanya sebagai hiburan semata. ‘’Sisi teknologi special efeknya yang saya kagumi. Kalau soal kiamat akan datang pada tahun 2012 saya sangat tidak mempercayainya,’’kata dia usai menonton film tersebut. jok/ahi.



Sumber : http://republika.co.id

Selengkapnya....

Senin, 16 November 2009

Kenal sama Kareem Abdul Jabbar ? Lompatan Iman Raja Basket





Islam adalah anugerah yang tinggi dalam menunjukkan jalan kebenaran umat manusia.


Sosok Kareem Abdul Jabbar diakui banyak pemain basket sebagai salah satu pemain basket terbesar sepanjang masa. Shooting, Slam dunk, rebound, block , maupun aksi lainnya, sangat memukau. Tak jarang, lawannya dibuat kesulitan untuk membendung agresivitas pemain bertinggi badan 2,18 meter ini.

Dengan dukungan postur tubuhnya yang sangat tinggi, Kareem Abdul Jabbar sering kali melakukan aksi yang brilian. Lompatannya sering mengundang kagum para penonton maupun tim lawan. Atas aksi dan kesuksesannya membawa klubnya meraih tangga juara, Kareem Abdul Jabbar pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik di kompetisi liga bola basket Amerika Serikat (NBA Most Valuable Player ). Predikat itu diraihnya sebanyak enam kali.


Selama bermain di ajang NBA, ia berhasil membukukan rekor sebagai pencetak angka tertinggi sepanjang masa dengan 38.387 poin. Karenanya, ia mendapat julukan 'Raja Bola Basket'. Dan berkat prestasinya ini, 19 kali ia terpilih untuk memperkuat tim NBA All-Star.

Karier pria kelahiran New York City, 16 April 1947, di ajang bola basket Amerika dimulai ketika bermain untuk tim bola basket kampus, Universitas California, Los Angeles (UCLA). Aksi-aksinya di tim UCLA, mendapat perhatian serius para pelatih basket Amerika Serikat saat itu.

Dan tahun 1969, ia mendapat tawaran bermain di level kompetisi basket tertinggi di Amerika Serikat (NBA) dengan bergabung bersama klub Milwaukee Bucks. Di klub barunya ini, ia turut memberi andil besar dengan merebut juara NBA tahun 1970-1971.

Pada 1975, ia bergabung dengan tim basket asal Kota Los Angeles, LA Lakers. Di klub inilah karier Kareem makin melesat. Ia berhasil membawa La Lakers merebut sejumlah gelar juara untuk klubnya. Di samping itu, ia juga berhasil merebut gelar pribadi, yakni sebagai pemain terbaik NBA. Di klub ini, ia bermain sejak 1975-1989.

Masuk Islam

Atas aksi-aksinya yang hebat itu, Kareem menjadi salah satu pemain andalan NBA All-Star dan Amerika Serikat dalam ajang Olimpiade. Ia juga menjadi pemain kebanggaan negeri Paman Sam tersebut. Tak hanya itu, ia juga merupakan pemain kebanggaan umat Islam di seluruh dunia.

Ya, pemain bernama lengkap Ferdinand Lewis Alcindor Junior (Jr) ini, adalah salah seorang atlet NBA pemeluk Islam. Ia mendeklarasikan diri sebagai seorang Muslim pada saat kariernya tengah menanjak.

Saat itu, seusai mempersembahkan gelar juara NBA untuk Milwaukee Bucks tahun 1971, dan pada saat yang sama merebut gelar pemain terbaik ( Most Valuable Player , MPV) dan 'Rookie of the Year' (Pendatang baru terbaik) di Liga NBA, Kareem menyatakan diri memeluk Islam. Perpindahan kepercayaan dari Katolik menjadi Muslim ini, dirasakannya sebagai sebuah lompatan tertinggi selama hidupnya.

Ayahnya, Ferdinand Lewis Alcindor Sr, dan ibunya, Cora Lilian, adalah seorang pemeluk Katolik. Karenanya, sejak kecil ia mendapatkan pendidikan di sekolah Katolik. Oleh kedua orang tuanya, ia dimasukkan ke Saint Jude School. Ketika duduk di bangku SMA, ia berhasil membawa tim basket sekolahnya menjuarai New York City Catholic Championship.

Perkenalan Kareem dengan ajaran Islam terjadi lewat salah seorang temannya yang bernama Hamaas Abdul Khaalis. Ia mengenal Hamaas melalui ayahnya. Seperti halnya sang ayah yang seorang musisi jazz, Hamaas juga pernah mengeluti musik jazz. Dia adalah mantan drumer jazz. Dari Hamaas inilah, kemudian Kareem belajar banyak mengenai Islam. Ia juga sempat berkenalan dengan Muhammad Ali (Cassius Clay) yang sudah menjadi Muslim.

Nama budak

Setelah banyak belajar Islam dari Hamaas, tekadnya untuk memeluk Islam pun semakin bulat. Atas ajakan Hamaas, ia kemudian mendatangi sebuah pusat kebudayaan Afrika di Harlem, di mana kaum Muslimin menempati lantai lima gedung itu. ''Saya pergi ke sana dengan mengenakan jubah Afrika yang berwarna-warni,'' terangnya.

Kepada seorang pemuda yang ditemuinya di pusat kebudayaan Afrika ini, ia mengutarakan niatnya untuk menjadi seorang Muslim. Di hadapan mereka, ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Ketika pertama kali mengucapkan kalimat syahadat, mereka memanggilnya dengan Abdul Kareem.

Namun, Hamaas berkata, ''Anda lebih tepat sebagai Abdul-Jabbar.'' Sejak saat itu, bertepatan dengan tanggal 1 Mei 1971 atau sehari setelah Milwaukee Bucks memenangi kejuaraan NBA, ia memutuskan untuk mengganti namanya dari Ferdinand Lewis Alcindor Jr menjadi Kareem Abdul-Jabbar. Keputusan untuk mengganti nama tersebut, menurut Kareem, juga didorong keinginan untuk menguatkan identitasnya sebagai orang Afro-Amerika dan sebagai seorang Muslim.

''Saya tidak akan menggunakan nama Alcindor. Secara literal itu adalah nama budak. Ada seorang laki-laki bernama Alcindor yang membawa keluarga saya dari Afrika Barat ke kepulauan Dominika. Dari sana mereka pergi ke kepulauan Trinidad, sebagai budak, dan mereka mempertahankan namanya. Mereka adalah budak-budak Alcindor. Jadi, Alcindor adalah nama penyalur budak. Ayah saya melacak hal ini di tempat penyimpanan arsip,'' terangnya.

Sebagai anak satu-satunya, keputusan Kareem untuk memeluk Islam sempat membuat khawatir kedua orang tuanya. Namun, kekhawatiran tersebut berhasil ia tepis. ''Mereka tahu saya bersungguh-sungguh. Saya pindah agama bukan untuk ketenaran. Saya sudah menjadi diri saya sendiri, dan melakukan itu dengan cara saya sendiri, apa pun konsekuensinya.''

Baginya, Islam adalah anugerah dan hidayah Allah yang tertinggi dalam menunjukkan jalan kebenaran bagi umat manusia.

Rajin Belajar

Di sela-sela kesibukannya bermain basket, Kareem masih sempat meluangkan waktu untuk mendalami Islam. ''Saya beralih ke sumber segala ilmu. Saya mempelajari bahasa Arab. Saya mulai membaca Alquran dalam bahasa Arab. Saya dapat menerjemahkannya dengan bantuan kamus. Untuk menerjemahkan tiga kalimat saya membutuhkan waktu 10 jam, tetapi saya memahami apa yang dimaksudkan secara gramatikal,'' ujarnya.

Namun, diakui dia, cukup sulit baginya untuk bisa menunaikan kewajiban shalat lima kali setiap hari. Kesulitan untuk menjalankan shalat lima waktu ini, terutama dirasakan ketika ia sedang bermain. ''Saya terlalu capai untuk bangun melakukan shalat Subuh. Saya harus bermain basket pada waktu Maghrib dan Isya. Saya akan tertidur sepanjang siang di mana saya seharusnya melakukan shalat Zuhur. Begitulah, saya tidak pernah bisa menegakkan disiplin itu,'' paparnya.

Begitu juga tatkala bulan Ramadhan tiba. Aktivitasnya yang cukup padat di lapangan, terkadang memaksanya untuk membatalkan puasa. Untuk membayar utang puasanya ini, Kareem selalu mengeluarkan fidyah.

''Karena saya tidak dapat berpuasa di bulan Ramadhan, saya selalu memberi makan sebuah keluarga. Saya memberi sedekah. Saya memberi uang kepada rekan sesama Muslim dan mengatakan kepadanya untuk apa uang itu.'' Pada 1973, Kareem mengunjungi Makkah, dan menunaikan ibadah haji.

Pada 28 Juni 1989, setelah 20 tahun menjalani karier profesionalnya, Kareem memutuskan untuk berhenti dari ajang NBA. Sejak berhenti bermain, menurut Kareem, dirinya menjadi semakin baik dan dapat menjalankan semua kewajibannya sebagai seorang Muslim.

''Saya rasa saya harus beradaptasi untuk hidup di Amerika. Yang dapat saya harapkan hanyalah semoga pada Hari Akhir nanti Allah rida atas apa yang telah saya lakukan,'' tukasnya.

Antara Akting, Menulis, dan Melatih

Setelah pensiun bermain basket, berbagai tawaran datang kepadanya. Namun, bukan tawaran untuk melatih sebuah tim bola basket, melainkan tawaran untuk beradu akting di depan kamera. Dunia akting sebenarnya bukan merupakan hal yang baru bagi seorang Kareem Abdul-Jabbar. Ketika masih memperkuat LA Lakers, ia pernah bermain di film Game of Death yang dirilis tahun 1978. Di film laga ini, ia harus beradu akting dengan Bruce Lee. Tawaran untuk bermain kedua kalinya di film layar lebar datang di tahun 1980. Saat itu ia harus memerankan tokoh kopilot Roger Murdock dalam film komedi Airplane! .

Penampilan Kareem di layar televisi dan film tidak berhenti sampai di situ. Ia tercatat pernah bermain di sejumlah serial televisi di Amerika Serikat. Di antaranya adalah serial komedi situasi Full House, Living Single, Amin, Everybody Loves Raymond, Martin, Different Strokes, The Fresh Prince of Bel-Air, Scrubs , dan Emergency! . Dia juga muncul di film televisi Stepen King's The Stand dan Slam Dunk Ernest . Di serial Full House , ia harus beradu akting dengan anaknya sendiri, Adam.

Pada 1994, Kareem juga menjajal peruntungannya di balik layar dengan menjadi co-producer eksekutif dari film televisi The Vernon Johns Story . Kemudian pada 2006, ia tampil dalam acara The Colbert Report . Pada 2008 ia berperan sebagai seorang manajer panggung dalam Nazi Gold .

Di luar dunia akting, ternyata ayah dari Habiba, Sultana, Kareem Jr, Amir, dan Adam ini memiliki bakat yang lain, yakni dalam bidang tulis menulis. Selain dikenal sebagai pemain basket dan bintang film, Kareem juga dikenal sebagai seorang penulis buku. Ia sudah menulis sedikitnya tujuh buku yang kesemuanya best seller .

Buku-buku hasil karyanya, antara lain Giant Steps yang ditulisnya bersama Peter Knobler (1987), Kareem (1990), Selected from Giant Steps (1999), Black Profiles in Courage: A Legacy of African-American Achievement yang ditulisnya bersama Alan Steinberg (1996), A Season on the Reservation: My Sojourn with the White Mountain Apaches yang ditulisnya bersama Stephen Singular (2000), Brothers in Arms: The Epic Story of the 761st Tank Battalion dan WWII's Forgotten Heroes yang ditulisnya bersama Anthony Walton (2005), dan On the Shoulders of Giants: My Journey Through the Harlem Renaissance yang ditulisnya bersama Raymond Obstfeld (2007).

Kendati demikian, olahraga basket tidak bisa dipisahkan dari diri Kareem. Salah satu keinginan terbesarnya saat ini adalah bisa melatih salah satu klub NBA. Setelah memutuskan berhenti bermain, posisi tertinggi Kareem hanya sebagai asisten pelatih sejumlah klub NBA. Los Angeles Clippers dan Seattle SuperSonics menggunakan jasanya untuk melatih center muda Michael Olowokandi dan Jerome James.

Pada 2005, ia kembali ke Lakers sebagai asisten khusus pelatih kepala Phil Jackson. Tugasnya mengasah kemampuan center muda Lakers, Andrew Bynum. Ia dinilai berhasil dengan semakin meningkatnya performa Bynum. Musim lalu, Kareem berjasa mengantarkan Lakers juara NBA dengan kontribusi 14 poin dan delapan rebound per game .

Ia juga pernah menjadi pelatih kepala, tapi hanya di tim sekelas Oklahoma Storm. Tim ini bermain di United States Basketball League pada 2002, sebuah liga kelas bawah tempat para pemain mengasah kemampuan sebelum berkiprah di NBA atau liga-liga lain. dia/sya/taq


Biodata :

Nama Asli : Ferdinand Lewis Alcindor Jr
Nama Muslim : Kareem Abdul Jabbar
Masuk Islam : 1971
Lahir : New York City, 16 April 1947
Orang Tua : Ferdinand Lewis Alcindor Sr dan Cora Lilian
Klub Pertama : Tim Basket UCLA

Klub Profesional :
- Milwaukee Bucks (1969-1975)
- LA Lakers (1975-1989)

Penghargaan:
- Enam kali NBA MPV (1971-1972, 1974, 1976-1977, 1980)
- 19 kali menjadi tim NBA All Star (1970-1977 dan 1979-1989).
- Dua kali Finalis NBA MPV (1971, 1985)
- 10 kali All-NBA Team (1971-1973, 1974, 1976-1977, 1980-1981, 1984, 1986).
- Lima kali All-NBA Second Team (1970, 1978-1979, 1983, 1985).
- Lima kali NBA All-Defensive First Team (1974-1975, 1979-1981)
- Enam kali NBA All-Defensive Second Team (1970-1971, 1976-1978, 1984).
- NBA Rookie of The Year (1970)
- NBA All-Rookie Team (1970); dan banyak lagi

Prestasi :
- Juara NBA (1971) bersama Milwaukee Bucks
- Juara NBA (1980, 1982, 1985, 1987, 1988) bersama LA Lakers



Sumber : http://www.republika.co.id

Selengkapnya....

Pilihlah Obat Penurun Demam yang Benar



Pada cuaca seperti ini di masa pancaroba, kini banyak anak-anak yang menderita demam berdarah dan para orangtua harus merawatnya dengan lebih telaten dan teliti dalam memilih obat, khususnya obat penurun demam untuk anak.

Bagi anak yang positif terkena demam berdarah dengeu (DBD), sebaiknya langsung diberi obat penurun panas seperti parasetamol. Karena obat jenis ini lebih aman untuk lambung dan tidak memiliki efek pada pembekuan darah yang menghambat. Hal tersebut dikemukakan oleh, dr. Alan R. Tumbelaka, Sp.A (K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Cek tkp.....

Sumber : www.melindahospital.com

Selengkapnya....

Sabtu, 14 November 2009

Ilmu


Oleh: A Fatih Syuhud

Salah satu tujuan Islam adalah untuk memberdayakan umat manusia supaya dapat mengoptimalkan potensi diri dan dengan demikian menjadi invidu terbaik di lingkungannya (QS Ali Imron 3:110). Menjadi seorang figur terbaik itu hampir mustahil dicapai apabila tanpa disertai dengan ilmu. Oleh karena itu, ilmu dan orang yang berilmu menempati posisi yang sangat tinggi dalam Islam yakni beberapa level di atas yang lain (QS Al Mujadalah 58:11).

Mengapa keilmuan sangat diagungkan dalam Islam, hal itu tidak lepas dari banyak faktor, antara lain internalisasi nilai-nilai ideal Islam.

Islam memerintahkan seorang individu muslim untuk mereformasi diri dalam rangka menuju kepribadian yang lebih dekat pada nilai-nilai ideal Islam (QS Al Balad 90:10-16). Untuk menuju ke arah ini, diperlukan setidaknya dua hal dalam diri seorang muslim.

Pertama, niat atau determinasi untuk mereformasi diri. Ahli psikologi sepakat bahwa keberhasilan apapun sangat tergantung pada niat atau kemauan kuat yang disertai dengan semangat (courage) dan kepercayaan diri (confidence) seseorang. Tanpa itu, sulit mencapai apapun yang dituju termasuk dalam mencapai internalisasi nilai-nilai ideal Islam. Karena pentinya niat ini, maka pakar fiqh (yurisprudensi Islam) sepakat bahwa niat menjadi faktor sah dan tidaknya suatu perbuatan ibadah seperti salat atau puasa. Hal ini berdasarkan sebuah Hadits sahih yang menyatakan bahwa “Sahnya suatu perbuatan itu tergantung pada niat.” (Innamal a’malu bin niyyat).

Kedua, ilmu. Setelah ada niat yang benar, maka ilmu menjadi sebuah keniscayaan untuk mencapai apa yang kita tuju termasuk dalam rangka menjadi pribadi muslim yang (mendekati) ideal. Dalam hal ini, ilmu agama dasar hendaknya menjadi prioritas utama sebagai sarana untuk mengenal apa yang halal dan haram, yang sunnah dan makruh dalam Islam. Pengetahuan dalam soal halal-haram ini penting dan akan menjadi koridor atau pagar minimal bagi kita dalam melangkah menempuh kehidupan keseharian.

Namun demikian, fungsi ilmu tidak hanya utnuk mereformasi kepribadian. Ia juga menjadi alat untuk mencapai tujuan apapun yang positif dan bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Ilmu semakin berkembang seiring perkembangan zaman. Islam tidak melarang seorang muslim untuk mempelajari dan mengkaji keilmuan apapun selagi untuk niat yang baik dan secara riil dapat bermanfaat.

Imam Abu Hamid Al Ghazali (Ihya Ulumuddin, Darul Kutub, Beirut, 2007, hlm. I/60) membagi ilmu menjadi tiga kategori. Pertama, ilmu yang tercela secara mutlak yakni ilmu yang tidak bermanfaat secara duniawi maupun ukhrowi. Kedua, ilmu yang terpuji secara mutlak yaitu ilmu agama terutama yang berkaitan dengan Allah, sifat-sifatNya dan segala ilmu yang dapat mendekatkan diri untuk mengenal-Nya. Ketiga, ilmu yang baik tapi tidak perlu berlebihan mempelajarinya yaitu yang berkaitan dengan ilmu fardhu kifayah.

Poin terpenting adalah bahwa ilmu menjadi sarana penting untuk apapun yang kita tuju dalam kehidupan kita baik dalam mencapai kehidupan duniawi maupun spiritual.


Sumber : http://afatih.wordpress.com/2009/11/05/ilmu/

Selengkapnya....

Anak-anak Bisa Terkena Diabetes


14 November telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia PBB sebagai Hari Diabetes Sedunia. Jenis diabetes terbagi menjadi tiga bagian, yaitu diabetes mellitus tipe 1, diabetes mellitus tipe 2 dan gestational diabetes mellitus. Pada jenis diabetes mellitus tipe 1 dapat diderita oleh anak-anak, dan jenis diabetes mellitus tipe 2 diderita oleh orang dewasa, sedangkan gestational diabetes mellitus terjadi selama kehamilan.

Selengkapnya...

Sumber : www.melindahospital.com

Selengkapnya....

Rabu, 11 November 2009

Cari arti nama sendiri yuk...


Setelah browsing cari2 arti nama, ketemu nih aplikasi yang sangat membantu sekali. Saya coba masukkan nama anak saya Azmi Nabila Zain klik tombol Girl eh hasilnya :

Azmi ->
Nama: Azmi
Arti: Seseorang yang mempunyai kelebihan
Asal: Arab

Nabila ->
Nama: Nabila
Arti: Pintar, cerdik
Asal: Arab
Nama: Nabila
Arti: Keturunan bangsawan
Asal: Arab

Zain ->
Nama: Zain
Arti: Bagus, baik
Asal: Arab

Alhamdulillah....mudah2an nama yang terdengar baik dan juga artinya juga baik membawa do'a bagi putri dan keluargaku hingga kelak. Amin

So....kunjungi web ini nih ... cek TKP !.....MelindaCare

Selengkapnya....